“The Ballad of Songbirds and Snakes”, sebuah novel aksi-petualangan dystopian karya Suzanne Collins, merupakan prekuel dari trilogi terkenal “The Hunger Games”.
Berlatar 64 tahun sebelum kisah novel pertama, buku ini dirilis pada 19 Mei 2020 oleh Scholastic. Bersamaan dengan edisi cetaknya, audiobook yang dibacakan oleh aktor Amerika, Santino Fontana, juga diluncurkan.
Di tengah kondisi pandemi COVID-19, peluncuran novel ini diadakan secara virtual, namun tetap berhasil menarik perhatian dan minat pembaca di seluruh dunia. Adaptasi film “The Ballad of Songbirds and Snakes” akan dirilis oleh Lionsgate pada 15 November 2023 (Indonesia), menambah antusiasme dan penasaran para penggemar setia seri “The Hunger Games”.
Ringkasan Alur Cerita “The Ballad of Songbirds and Snakes”
“The Ballad of Songbirds and Snakes” mengisahkan keadaan pasca perang–yang panjang dan mahal–antara Distrik dengan sebuah kota besar bernama Capitol.
Meskipun Capitol berhasil menang, kota ini mengalami kerusakan parah dan berusaha untuk pulih. Keluarga Snow yang dulu kaya dan berkuasa menghadapi kesulitan ekonomi setelah pabrik amunisi mereka di Distrik 13 hancur dalam perang.
Patriark keluarga, Jenderal Crassus Snow, yang merupakan pahlawan perang, tewas dalam pertempuran. Coriolanus Snow, putra dan pewaris Crassus, bersama sepupunya Tigris dan nenek mereka berjuang untuk mengembalikan prestise dan harta mereka.
Karena prestasi akademisnya yang luar biasa di Akademi–sekolah menengah atas paling prestisius di Capitol–Coriolanus terpilih untuk menjadi mentor seorang peserta dalam Hunger Games yang ke-10. Ini merupakan kali pertama dalam sejarah Hunger Games diadakannya sistem mentor.
Coriolanus ditugaskan untuk mengawal peserta dari Distrik 12, Lucy Gray Baird, anggota kelompok musisi nomaden yang disebut Covey. Lucy Gray menarik perhatian Capitol setelah bernyanyi sebagai tanda pemberontakan saat sesi pengundian, dan menyelipkan ular ke pakaian putri walikota–yang terkenal kejam–Mayfair, yang cemburu dan ingin merebut mantan pacar Lucy, Billy Taupe.
Coriolanus bertekad untuk memberikan kesan yang baik, karena jika ia sukses, ia akan menerima hadiah uang yang dia butuhkan untuk menyelamatkan apartemennya dan melanjutkan pendidikan ke universitas.
Dalam rangkaian kejadian yang menguji kecerdasan dan kemampuan bertahan hidupnya, Coriolanus dan Lucy Gray menjalin ikatan yang kuat di tengah tekanan dan tantangan Hunger Games.
Dinamika antara Coriolanus Snow dan Lucy Gray Baird menjadi pusat cerita. Coriolanus berusaha keras untuk menonjol sebagai mentor, termasuk memberikan makanan kepada Lucy Gray–yang tidak diberi makan oleh Capitol.
Inisiatif ini diikuti oleh mentor lainnya, termasuk Sejanus Plinth, anak tunggal Strabo Plinth yang kaya raya dan berpengaruh. Namun, Sejanus gagal membangun hubungan baik dengan peserta yang dia bimbing, Marcus, mantan teman sekelasnya dari Distrik 2.
Sementara itu, mentor lainnya, Arachne Crane, mengejek peserta yang dia bimbing, Brandy, yang akhirnya menyerang dan membunuhnya. Brandy kemudian ditembak oleh Penjaga Perdamaian dan mayatnya dipamerkan selama prosesi pemakaman Arachne.
Clemensia Dovecote, teman sekelas Coriolanus, terganggu oleh pembunuhan ini. Coriolanus harus menyelesaikan tugas esai tentang cara meningkatkan jumlah penonton Hunger Games sendirian–yang seharusnya dikerjakan bersama. Dia menyerahkan esainya kepada Head Gamemaker, Dr. Volumnia Gaul–Coriolanus menawarkan skema taruhan dan sponsor terhadap peserta untuk melibatkan lebih banyak warga Capitol dalam permainan.
Gaul melempar esai itu ke dalam tangki percobaan dan memaksa keduanya untuk mengambilnya. Namun, saat Coriolanus dan Clemensia mencoba mengambil esai itu dari sebuah tangki berisikan ular-ular modifikasi genetika, Clemensia diserang ular tersebut karena aroma tubuhnya tidak terdeteksi di esai itu, menyebabkan dia mengalami kerusakan mental dan fisik yang serius.
Sementara itu, hubungan Coriolanus dan Lucy semakin dekat. Selama perjalanan tur arena, bom pemberontak meledak, menewaskan beberapa peserta dan mentor. Lucy Gray mempertimbangkan untuk melarikan diri dalam kekacauan tersebut, tetapi memutuskan untuk membantu Snow yang terluka, menyelamatkan hidupnya.
Mereka berciuman saat terakhir kali mentor bisa bertemu dengan pesertanya. Hunger Games dimulai dengan banyak peserta yang langsung mati karena kelaparan, penyakit, atau cedera.
Klimaks dan Penutup Cerita
Di akhir novel “The Ballad of Songbirds and Snakes”, intensitas cerita meningkat. Sejanus Plinth, yang sudah tidak tahan lagi dengan Capitol dan Hunger Games, memasuki Arena dengan niatan untuk mati sebagai martir.
Namun, Dr. Gaul memerintahkan Coriolanus untuk menyelamatkannya. Saat mereka berusaha keluar, mereka diserang oleh peserta lain, dan Coriolanus terpaksa membunuh salah satunya demi membela diri. Insiden ini diubah dalam rekaman permainan untuk menyembunyikan kehadiran mereka.
Di laboratorium Dr. Gaul, Coriolanus menyadari akan ada pelepasan ular modifikasi genetika yang sama yang pernah dia dan Clemensia temui.
Ia menyelipkan sapu tangan Lucy Gray ke dalam tangki ular agar ular-ular tersebut mengenali baunya. Ketika ular-ular itu dilepaskan ke arena, mereka menyerang dan membunuh beberapa peserta, tetapi tidak dengan Lucy Gray.
Berkat bantuan dari ular-ular tersebut dan serbuk racun tikus yang diberikan oleh Coriolanus, Lucy Gray berhasil memenangkan Hunger Games.
Setelah perayaan kemenangan di Akademi, Coriolanus dihadapkan dengan dekan Akademi, Casca Highbottom, yang memiliki bukti bahwa Coriolanus curang dalam permainan.
Terancam akan dipermalukan di depan umum, Coriolanus bergabung dengan Penjaga Perdamaian dan dikirim ke Distrik 12 selama dua puluh tahun.
Di Distrik 12, Coriolanus bertemu kembali dengan Lucy Gray dan mereka melanjutkan hubungan romantis mereka. Namun, ketika Coriolanus mengetahui Lucy Gray mungkin tahu tentang keterlibatannya dalam kematian Sejanus, ia memutuskan untuk meninggalkannya.
Di akhir cerita, Coriolanus kembali ke Capitol di bawah bimbingan Dr. Gaul dan diadopsi oleh orang tua Sejanus sebagai pewaris mereka, tanpa mereka mengetahui peran Coriolanus dalam kematian Sejanus.
Dekan Highbottom kemudian mengungkapkan kepada Coriolanus bahwa ide Hunger Games sebenarnya adalah eksperimen teoritis yang tidak pernah dimaksudkan untuk menjadi kenyataan.
Coriolanus, yang kini telah menjadi bagian penting dari Hunger Games, mengimplementasikan banyak ide-idenya ke dalam Hunger Games-Hunger Games berikutnya. Nasib Lucy Gray setelah Hunger Games tidak pernah diketahui, menambah misteri dan ketegangan di akhir cerita.
Tokoh Utama dalam “The Ballad of Songbirds and Snakes”
Coriolanus Snow
“The Ballad of Songbirds and Snakes” menghadirkan Coriolanus Snow sebagai tokoh utama. Setelah keluarganya mengalami kesulitan keuangan pasca perang, Coriolanus berjuang untuk menyembunyikan kondisi ini dan mempertahankan status sosialnya.
Kematian ibunya saat melahirkan, juga adik perempuannya dan ayahnya dalam perang, meninggalkan dia di bawah asuhan neneknya. Dia dikenal sebagai sosok yang sombong, licik, dan strategis, tidak segan melakukan apa pun untuk memperbaiki situasinya.
Coriolanus mulai terpesona dengan Lucy Gray setelah menjadi mentor untuknya dalam Hunger Games ke-10. Dalam perjalanannya, Coriolanus dihadapkan pada pilihan antara kekuasaan, status, atau cinta. Dia kemudian bekerja sebagai Penjaga Perdamaian dan Gamemaker, merangkak naik hingga akhirnya menjadi presiden Panem.
Lucy Gray Baird
Lucy Gray Baird adalah peserta dari Distrik 12 dalam Hunger Games ke-10. Sebagai anggota Covey, kelompok musikal nomaden yang terpaksa menetap di Distrik 12 pasca perang, Lucy Gray memikat perhatian Capitol dengan pesonanya, bakat, dan aksi nekatnya saat menyelipkan ular ke dalam gaun putri walikota Distrik 12.
Dia adalah sosok yang cerdas dan berjiwa bebas, yang akhirnya memiliki hubungan romantis dengan Snow. Nasibnya di akhir buku tidak diketahui.
Tigris Snow
Tigris Snow adalah sepupu Coriolanus, yang berperan sebagai tulang punggung keluarga. Dia meninggalkan sekolah dan bekerja untuk seorang desainer fashion demi menopang kehidupan keluarganya. Terdapat implikasi bahwa ia terpaksa menjual diri untuk menyediakan makanan bagi keluarganya.
Walaupun nasib orang tuanya tidak jelas, Tigris dikenal lembut dan baik hati, berkorban banyak demi kesejahteraan Coriolanus. Di masa depan, ia menjadi seorang stylist dalam Hunger Games dan mengubah penampilannya secara ekstrem menyerupai harimau.
Sejanus Plinth
Teman sekelas dan rekan mentor Coriolanus dalam Games, berasal dari Distrik 2 dan pindah ke Capitol berkat koneksi dan bisnis ayahnya selama perang.
Dia bersifat pemberontak dan idealis, menentang keras perlakuan Capitol terhadap Distrik dan eksistensi Hunger Games. Sejanus akhirnya menjadi Penjaga Perdamaian bersama Coriolanus dan menganggapnya sebagai salah satu teman terdekatnya.
Dr. Volumnia Gaul
Head Gamemaker, bertanggung jawab atas implementasi Hunger Games. Dia memiliki pandangan yang terdistorsi tentang sifat manusia dan percaya pada pemerintahan otoriter serta kebutuhan akan hukuman dan kontrol atas Distrik.
Dia secara tidak langsung bertanggung jawab dalam mempengaruhi Snow hingga menjadi sosok yang otoriter. Dibenci oleh banyak orang di semua distrik, Gaul adalah wanita kejam yang tidak memiliki belas ampun.
Casca Highbottom
Dekan Akademi, diakui sebagai penulis intelektual Hunger Games dan memiliki rasa tidak suka yang mendalam terhadap Coriolanus dan seluruh keluarga Snow. Dia kecanduan morphling, obat yang mirip dengan morfin.
Grandma’am
Nenek paternal Coriolanus dan Tigris, merawat cucu-cucunya selama perang dan memastikan kelangsungan hidup mereka.
The Covey
Kelompok penyanyi nomaden, terpaksa menetap di Distrik 12 pasca perang, dengan anggota yang tersisa kebanyakan adalah kerabat satu sama lain.
Mayfair Lipp
Putri walikota Distrik 12, cemburu pada Lucy Gray dan hubungannya dengan Billy Taupe, lalu mengatur agar Lucy terpilih dalam sesi pengundian.
Billy Taupe
Mantan pacar Lucy Gray, dan pacar Mayfair.
Strabo Plinth
Ayah Sejanus, pemilik pabrik amunisi di Distrik 2 yang berpihak pada Capitol selama perang, memungkinkan keluarganya untuk hidup nyaman di Capitol. Di akhir novel, dia mensponsori Coriolanus dan menjadikannya sebagai ahli waris.


