Film terbaru dari franchise The Hunger Games, berjudul “The Ballad of Songbirds & Snakes”, akhirnya tayang.
Rilis tahun 2023, film ini diarahkan oleh Francis Lawrence dengan naskah yang ditulis oleh Michael Lesslie dan Michael Arndt. Bersumber dari novel karangan Suzanne Collins terbitan 2020 yang berjudul sama, film ini berperan sebagai prekuel untuk film “The Hunger Games” yang dirilis pada tahun 2012 dan menjadi instalasi kelima dalam seri film ini.
Menampilkan para bintang seperti Tom Blyth, Rachel Zegler, Peter Dinklage, Jason Schwartzman, Hunter Schafer, Josh Andrés Rivera, dan Viola Davis, ceritanya mengambil latar 64 tahun sebelum kejadian di film pertama, mengeksplorasi perjalanan Coriolanus Snow muda menuju jalan menjadi pemimpin tiran di Panem dan interaksinya dengan Lucy Gray Baird, salah satu tribute di Hunger Games ke-10.
Plot Lengkap (Full Spoiler) “The Ballad of Songbirds & Snakes”
Di Panem, kepala keluarga bangsawan Snow, Jenderal Crassus Snow, tewas selama masa Pemberontakan Pertama dengan Distrik-distrik.
Tiga belas tahun kemudian, putra Crassus yang berusia delapan belas tahun, Coriolanus, bertekad untuk mengembalikan kemakmuran keluarganya. Coriolanus menjadi salah satu dari 24 mentor dalam Hunger Games tahunan ke-10, di mana masing-masing ditugaskan untuk seorang tribute.
Karena rendahnya jumlah penonton, penulis Games, Casca Highbottom, menyarankan para mentor untuk fokus membuat tribute mereka tampil menghibur penonton alih-alih hanya berusaha memenangkan Games.
Coriolanus ditugaskan untuk tribute perempuan dari Distrik 12, Lucy Gray Baird.
Lucy Gray menarik perhatian Capitol setelah menyanyi ketika reaping, sesaat setelah menyelipkan ular ke dalam gaun putri walikota, Mayfair.
Coriolanus bertekad untuk memastikan Lucy Gray memenangkan hati para penonton, agar menjadi pemenang mentor terbaik.
Ia mencoba menjalin relasi yang lebih personal dengan Lucy Gray untuk mendapatkan kepercayaannya–ikut naik truk bersama para tribute, dibuang ke Kebun Binatang Capitol bersama para tribute, dan memanusiakan Lucy Gray di depan kamera, yang pada akhirnya sukses memenangkan simpati warga Capitol.
Coriolanus mengusulkan skema sponsorship kepada Kepala Gamemaker, Volumnia Gaul, yang memungkinkan penonton Capitol menyumbang untuk para mentor, yang kemudian dapat mengirimkan hadiah ke tribute selama Games.
Coriolanus tidak ragu membawakan makanan untuk Lucy Gray; sementara mentor lain, Arachne, dibunuh oleh tribute-nya karena memperlakukannya layaknya hewan pertunjukan.
Ketika tiba waktunya untuk tur arena, bom yang dipasang oleh para pemberontak meledak, menewaskan beberapa mentor dan tribute. Lucy Gray menyelamatkan Coriolanus dari reruntuhan, membuatnya merasa berhutang nyawa; Coriolanus membekali Lucy Gray dengan racun tikus untuk bekal bertanding–yang sebenarnya tidak diperbolehkan.
Selama Games, banyak tribute mati dalam kekacauan awal. Gaul menerapkan saran Coriolanus dan jumlah penonton Capitol meningkat. Lucy Gray bertahan dari serangan awal dengan melarikan diri melalui lubang yang terbuka akibat ledakan bom pemberontak–bersembunyi di terowongan bersama tribute laki-laki dari Distrik 12, Jessup.
Teman Coriolanus, Sejanus Plinth, yang muak dengan kekejaman Games, menyelinap ke arena dan berduka untuk tribute yang tewas, mantan teman sekelasnya di Distrik 2.
Coriolanus dipaksa masuk ke arena untuk menyelamatkan Sejanus, tetapi mereka diserang oleh tribute; Coriolanus membunuh salah satunya. Gaul mematikan rekaman Games sementara untuk menyembunyikan kehadiran mereka.
Tidak lama, Gaul mengumumkan akan melepaskan tangki ular genetik yang dimodifikasi sebagai balasan atas kematian Felix Ravinstill, salah satu mentor yang terluka parah dalam pemboman.
Coriolanus mengetahui bahwa ular-ular itu tidak akan menyerang mereka yang memiliki aroma yang mereka kenali dari kunjungan sebelumnya ke kantor Gaul. Jadi, ketika Coriolanus mengunjungi kantor Gaul, dia diam-diam menaruh sapu tangan ayahnya yang beraroma Lucy Gray (sempat digunakan untuk menyeka wajahnya) ke dalam tangki.
Ular-ular itu membunuh semua tribute kecuali Lucy Gray; Gaul awalnya menolak untuk menyatakan dia sebagai pemenang, sampai penonton Capitol memojokkannya.
Setelah perayaan, Highbottom melabrak Coriolanus akibat berbuat curang, menunjukkan bukti sapu tangan dan racun miliknya. Sebagai hukuman karena curang, Coriolanus dihukum bergabung dengan Peacekeepers selama dua puluh tahun, dan bersikeras untuk ditransfer ke Distrik 12, berpikir akan bisa bertemu Lucy Gray lagi–meskipun tidak tahu apakah dia masih hidup atau tidak.
Di Distrik 12, Coriolanus memulai pelatihan Peacekeeper. Sejanus juga dipaksa bergabung karena menyelinap ke arena. Setelah disambut oleh eksekusi gantung, yang menginspirasi Lucy Gray dengan lagu “The Hanging Tree”, Coriolanus, Sejanus, dan Peacekeeper lainnya keluar malam ke bar Hob.
Coriolanus bertemu kembali dengan Lucy Gray setelah melihatnya bernyanyi. Sementara itu, Coriolanus mengamati Sejanus berbicara dengan pemberontak dan menemukan rencananya untuk membantu mereka melarikan diri ke utara.
Coriolanus menggunakan jabberjay untuk merekam rencana Sejanus, mengirimkannya kembali ke Gaul. Suatu malam lain di Hob, Coriolanus mengikuti Sejanus, yang sedang berbicara dengan mantan pacar Lucy Gray, Billy Taupe, dan kawannya Spruce, dan terjadi perseteruan. Coriolanus menembak Mayfair dan Spruce membunuh Billy.
Spruce diminta menyembunyikan senjata pembunuhan, sementara Coriolanus mencoba menenangkan Lucy Gray. Tidak berselang lama, insiden di Hob itu membuat walikota dan peacekeepers berang, para pelakunya dibekuk. Sejanus kemudian digantung karena pengkhianatan bersama Spruce. Lucy Gray memberitahu Coriolanus bahwa ia berencana kabur ke utara, dan menawarinya.
Dalam perjalanan ke utara, Coriolanus menemukan ternyata senjata yang menjadi barang bukti pembunuhan disimpan oleh Spruce pondok di tepi danau. Tidak lama, Lucy Gray menghilang, setelah sebelumnya izin ingin memanen ubi danau.
Coriolanus menyadari Lucy Gray mengetahui tentang cepu-nya ke Gaul tentang Sejanus, dan mengejarnya dengan membawa dengan senapan. Dia digigit oleh ular yang dipasang sebagai perangkap dan membuatnya berhalusinasi.
Coriolanus menembak membabi buta di tengah hutan. Setelah peluru habis, ia terseok-seok kembali ke barak.
Beberapa hari kemudian, Corio diberitahu bahwa ia tak perlu lagi ke Distrik 2, melainkan diperbolehkan untuk langsung pulang ke Capitol–berkat peran Gaul. Gaul melatih Coriolanus untuk menjadi Gamemaker masa depan. Sekembalinya di Capitol, ia juga dapat langsung masuk ke universitas atas kebaikan orang tua Sejanus, yang tidak mengetahui perannya dalam kematian putra mereka.
Coriolanus mengunjungi Highbottom, yang mengakui bahwa The Hunger Games tidak pernah dimaksudkan untuk menjadi kenyataan, dan hanyalah ide mabuk yang dicuri Crassus, teman sekelas dan sahabatnya sewaktu di universitas.
Geram, Coriolanus meracuni Highbottom, yang sukses membunuhnya.
